Firman Adi Candra Loloskan Vonis Hukuman Berat Umar Aryo

By Teddy 27 Nov 2020 Hukum
Firman Adi Candra Loloskan Vonis Hukuman Berat Umar Aryo


Jakarta, mediatopnews.com — Produser musik dan DJ papan atas ibukota Umar Aryo merasa lega, pasalnya Dr. H. Firman Adi Candra, S.E., S.H., M.H., yang merupakan Kuasa Hukum terdakwa kasus dugaan narkoba Umar Aryo, yang ditangkap pada hari jum’at 13 Desember 2019 lalu, pada acara Festival Musik Djakarta Warehouse Project 2019 bisa lolos dari vonis hukuman berat kasus narkoba.

Diketahui, terdakwa kasus dugaan narkoba Umar Aryo dituntut dengan Pasal berat yaitu Pasal 114 ayat 2 UU Narkotika dengan ancaman hukuman mati karena membawa lebih dari 50 butir pil ekstasi di Pengadilan pada tanggal 13 Juli 2020 dan terdakwa sudah divonis oleh majelis hakim.

Baca Lainnya :


Menurut Firman, upaya hukum yang ia lakukan bersama timnya membuahkan hasil. “Ya gugur (dakwaan, tuntutan dan vonis hukuman mati), makanya yang tadi saya bilang alhamdulillah Umar Aryo tidak dikenakan hukuman berat yaitu pidana mati, tidak seperti Freddy Budiman yang ditembak mati,” ucap Firman yang merupakan peraih Doktor Ilmu Hukum dari Universitas Trisakti dengan Predikat Cum Laude saat ditemui usai mendampingi Umar Aryo pada sidang vonis secara daring di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (12/11/2020).

Pasal 114 ayat 2 UU Narkotika itu ancaman hukumannya berat sampai Pidana mati karena bunyi pasalnya melakukan atau turut serta melakukan tanpa hak atau melawan hukum menawarkan untuk dijual, menjual, membeli, menerima, menjadi perantara dalam jual beli narkotika golongan I bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram dan alhamdulillah klien kami dituntut 10 tahun,” ujar Firman yang juga pemilik Firman Candra Law Firm yang memberikan Pelayanan jasa hukum seperti Pidana, Perdata, Tindak Pidana Korupsi, Hukum Perusahaan dan Hukum Keluarga.

Lantaran hal tersebut, lanjutnya, Firman Law Firm memberikan upaya hukum yang do the best dengan membuat nota pembelaan atau pledoi. “Kami membuat dua pledoi yaitu pledoi kuasa hukum dan pledoi pribadi terdakwa,” ucap Firman yang diketahui sukses menangani beberapa kasus besar seperti kasus Mantan Bendum Partai Demokrat M. Nazaruddin, Kasus PLTS Kemenakertrans, Kasus pembangunan Gardu Induk PLN dan beberapa kasus Korporasi.

Diberitakan sebelumnya, Umar Aryo diganjar dua dakwaan, yakni dakwaan Primer: Pasal 114 ayat (2) Undang Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. Lalu, dakwaan Subsider: Pasal 112 ayat (2) Undang Undang RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dakwaan itu lantaran Umar Aryo dianggap kedapatan memiliki narkotika jenis ekstasi sebanyak 52 pil ekstasi.

Upaya hukum Dr. H. Firman Adi Candra, S.E., S.H., M.H., dan tim FIRMAN CANDRA LAW FIRM ini akhirnya membuahkan hasil karena majelis hakim mem-vonis Terdakwa selama 7 tahun dipotong masa tahanan yang sudah dijalani.

Untuk informasi, FIRMAN CANDRA LAW FIRM kasablanka in Tower A 10E Floor, Jalan Raya Casablanca Kav. Ba, Jakarta Selatan 12870. Phone: +6221 2963 1601 Graha FATOUR Ruko Grand Galaxy City RGA 91, Jalan Boulevard Raya Bars, Jaka Setia Bekasi Selatan 17147, Phone: +6221 2827 36505 HP +62811 190 5186 Email formancandra@yahoo.com Website: marcandra wordpress.com Instagram: firmarcandralawfirm.



(Redaksi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment