Kejari Lampura Tetapkan Tersangkan Tipikor Bantuan Operasional Kesehatan Tahun 2017 – 2018

By Teddy 26 Agu 2020 kriminal
Kejari Lampura Tetapkan Tersangkan Tipikor Bantuan Operasional Kesehatan Tahun 2017 – 2018


Lampung Utara, mediatopnews.com– Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Lampung Utara akhirnya menetapkan dr. Maya Metisa sebagai tersangka perkara tindak pidana korupsi (Tipikor) Bantuan Operasional Kesehatan di Dinas Kesehatan Kabupaten Lampura Tahun 2017 – 2018, Rabu (26/8/2020).

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lampung Utara, Atik Rusmiyati Ambarsari, mengatakan penetepan tersangka ini merupakan hasil kerja tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Lampura.

Baca Lainnya :

Dijelaskannya, "Kejari Lampung Utara melalui bidang Pidsus baru melakukan penahanan terhadap tersangka kepala Dinas Kesehatan yaitu dr. Maya Metisa terkait dengan perbuatan tindak pidana korupsi yang dilakukannya pada dinas Kesehatan Lampura tentang dana alokasi khusus (DAK) non fisik Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) tahun 2017 – 2018 bersumber dari dana ABPN yang disalurkan melalui APBD," ungkapnya.

Surat perintah penyidikan yang kami keluarkan yaitu Nomor : Sprint 06/A.8.13.SD.1/08/2020 Tanggal 19 Agustus 2020 ini merupakan sprint terakhir sebelum kita menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka,” kata Kajari Lampura, Atik Rusmiyati Ambarsari didampingi Kasi Pidsus dan Kasi Intel. Rabu (26/8/2020).

Berdasarkan penyidikan yang dilakukan oleh tim penyidik terdapat kerugian negara sebesar Rp. 2.110.443.500 miliar, itu berdasarkan hasil audit perhitungan kerugian uang negara yang dilakukan oleh BPKP perwakilan Lampung.

Dalam kurun wakyu kurang dari dua bulan kami langsung menetapkan (Maya Metisa) sebagai tersangka, dan saat ini tersangka kami lakukan penahanan di Rutan Kelas II B Kotabumi,” tukasnya.

Sementara itu ditempat yang sama Kasi Pidsus Kejari Lampung Utara, Aditya Nugroho menjelesakan modus operandus yang dilakukan Maya Metisa adalah melakukan pemotongan dana BOK sebesar 10 persen dari jumlah anggaran di setiap puskesmas.

"Dari pemeriksaan saksi, Aliran dana tersebut mengerucut ke salah satu orang yaitu dr. Maya Metisa ini dan untuk kemana saja aliran dana itu nanti kita dengarkan bersama saat pengembangan pembuktian di persidangan,“ ujarnya.

Lebih lanjut, Aditya menjelaskan, untuk untuk dr. Maya Metisa ini pihaknya hanya fokus pada dana BOK. Dimana lanjut dia, pada saat dilakukan penyidikan terhadap dan BOK, DOB dan JKN. Hanya saja ketika dalam proses pihaknya menemukan gambaran dana BOK tahun 2017 dan 2018.

Untuk sementara ini dana BOK saja, untuk dana DOB dan JKN belum ada, dan untuk penahanannya dilakukan selama 20 hari terhitung sejak ditetapkan sebagai tersangka,“  jelasnya.

Sementara itu, dr Maya Metisa saat dicecar pertanyaan oleh awak media, mengatakan bahwa dirinya merasa di zolimi.

Saya di zolimi,” ujarnya singkat.


(Bwr)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment