Kopi, sebuah budaya yang menjadi Gaya Hidup

By Dias Amitriono 23 Jun 2020, 15:10:41 WIB Gaya Hidup
Kopi, sebuah budaya yang menjadi Gaya Hidup

Keterangan Gambar : Kopi budaya kaum milenial


Kopi memang tidak ada habis nya untuk di bahas, dari hullu hingga hillir, dari dulu hingga sekarang. Karena kopi identik dihidangkan sebagai teman ngobrol, kini kopi tidak hanya sebagai figuran pada meja-meja obrolan. Di Indonesia sendiri, kini menjamur berbagai macam kedai kopi dari yang elite hingga yang sederhana, kopi sekarang menjadi sebuah jati diri seseorang, menjadi sebuah gaya hidup baik orang-orang di perkotaan maupun di pedesaan.

 


Baca Lainnya :


Bagi orang-orang kantoran yang notabene pencinta kopi, umum nya mempunyai keterbatasan waktu, biasanya mereka lebih sering menikmati kopi sebatas di pantry-pantry kantor, ataupun cafetaria kantor yang hanya memiliki fasilitas mesin kopi espresso mini, atau hanya Elektrik Coffe Maker. Itu membuktikan bahwa kopi sangat membudaya dan menjadi gaya hidup yang sangat kental.

 

Bila kita melihat ritme dalam satu hari, dengan beragam rutinitas orang-orang, kopi selalu ada dalam rutinitas keseharian, disajikan dan hadir pada mereka yang selalu open minded. Jika boleh digolongkan, ada 4 waktu dimana kita sering menjumpai orang-orang menikmati kopi mereka dalam aktifitas kesehariannya.

 

Waktu pagi membuat para petualang di pagi hari, bersemangat berburu dengan waktu, berlari mengejar passion, bagi mereka yang menikmati kopi bersama pagi. Biasanya akan memilih jenis sajian kopi seperti cappuccino, latte, atau mochaccino. Kopi yang dipadukan susu (cappuccino, latte), dan menambahkannya dengan coklat (pada mochaccino) akan mengawali semangat pagi para penikmatnya.

 

Setelah tengah hari, untuk memulihkan stamina saat beraktifitas, bagi mereka yang menikmati kopinya di tengah hari, adalah mereka yang rehat sejenak, mengalah oleh kesibukan dan menyesap kopi merupakan kenikmatan tersendiri, saat ber istirahat.

 

Menikmati senja sore yang indah, adalah pertanda berakhirnya berbagai aktifitas, penutup segala yang sedang dikerjakan seharian penuh. Mereka yang meminum kopinya pada waktu ini, adalah mereka yang melampiaskan sibuknya pada kopi-kopi mereka. Bisa sendirian atau bersama teman mendatangi coffeeshop favorit mereka.

 

Menikmati malam, menutup hari, dengan secawan kopi adalah cara yang elegan dari ke semua gaya hidup masyarakat penikmat kopi. Akhirnya, pada kopi di waktu malam, mereka akan bereksperimen sendiri. Tidak sedikit yang menikmati kopinya dengan hanya ditubruk. Tapi banyak juga, dari mereka yang punya mini bar di rumahnya. French Press yang dibawa sembari menonton televisi, atau sajian dari V60 untuk dibawa ke kamar tidur.

 

Berdasarkan demografi, kebanyakan diantara peminum kopi masih tergolong kaum milenial, dan tentunya daya beli datang dari kaum milenial juga. Lalu, seperti apa generasi selanjutnya ikut serta dalam atmosfir minum kopi yang semakin berkembang, tentu kaum milenial masih dengan segala ekspektasi mereka tentang sajian kopi, bagaimana dengan generasi Z atau generasi selanjutnya. Generasi Z bisa dibilang meliputi umur yang lahir antara tahun 1996 hingga 2010, yang mana tentu akan berbeda pengalaman. Temuan studi di tahun 2017 menjelaskan kopi bukan minuman yang banyak dikonsumsi para generasi Z, walau pun demikan beberapa di antaranya menikmati kopi juga, dengan caranya sendiri.


( Dias )




Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment