Pemetaan Citra Udara dengan Teknologi Drone

By Dias Amitriono 18 Jun 2020, 02:26:03 WIB Teknologi
Pemetaan Citra Udara dengan Teknologi Drone

Keterangan Gambar : HexaChopter Drone


Di jaman ini teknologi terus berkembang, hidup manusia banyak di topang oleh teknologi-teknologi canggih. Bukan hanya di sector industry dan manufaktur saja yang membutuhkan teknologi canggih dan serba otomatis. Sekarang sudah ada teknologi pemetaan digital dengan pesawat nirawak, atau sering kita sebut dengan Drone.


Mungkin beberapa orang beranggapan bahwa Drone merupakan mainan anak-anak, yang penggunaan nya hanya sebatas untuk menggambil gambar saat tamasya, atau digunakan untuk merekam video-video kecil. Sekarang ini Drone juga bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu untuk membuat citra udara pengganti citra udara dari satelit, mengingat harga dari foto udara satelit tidak lah murah, maka Drone bisa digunakan sebagai alternatif ke dua, dengan biaya yang lebih murah.

Baca Lainnya :




Ada beberapa jenis Drone yang harus anda ketahui :


1.     Fixed Wing

Drone ini hanya memiliki satu sampai dua baling-baling, memiliki sayap, dan bergerak seperti pesawat terbang umum nya. Sangat mengandalkan aerodinamika angin, maka tidak heran jika Drone ini menggunakan tenaga batrai yang sangat efisien, karena hanya menggunakan satu sampai dua baling-baling. Drone ini di khusus kan hanya untuk latihan aerodinamika, atau sangat bagus dan efisien untuk pemetaan digital juga pengambilan gambar citra udara. Satu kali terbang Drone ini bisa mengambil foto hampir seluas 70Ha, tergantung dari seberapa besar nya kapasitas batrai. Kekurangan Drone ini adalah, tidak bisa digunakan untuk pengambilan gambar saat tamasya, karena Drone ini tidak bisa terbang diam di satu titik. Harga beli jadi Drone pemetaan tipe ini berkisar antara 40 – 70 Juta Rupiah.


2.     Quad Chopter

Jenis Drone ini memiliki empat baling-baling, sangat banyak dijual dipasaran, dari yang murah sampai yang mahal, dari yang mainan anak-anak, sampai yang dipakai secara professional. Karena Drone ini mempunyai empat baling-baling untuk terbang, maka penggunaan batrai tergantung dari seberapa tinggi dan jauh pilot menerbangkan nya. Kebanyakan orang biasanya hanya menggunakan Drone ini untuk swa foto, foto preweding, dan perfilman. Beberapa merk terkenal seperti DJI dan Parrot, sudah bisa digunakan untuk pemetaan karena sudah include GPS, dari GPS biasa hingga tipe RTK (Real Time Kinematic). Hanya saja cakupan area pengambilan gambar tidak bisa lebih dari 10Ha sekali terbang, walaupun kita sudah menggunakan batrai kapasitas besar. Harga beli jadi Drone pemetaan tipe ini berkisar antara 20 – 120 Juta Rupiah.


3.     Hexa Chopter

Drone tipe ini menggunakan enam baling-baling, penggunaannya bisa lebih professional dibandingkan dengan Drone empat baling-baling, karena tipe ini paling mahal jika anda membeli nya dari pabrikan seperti DJI, dan juga penggunaan batrai yang sangat terbatas karena terlalu banyak baling-baling. Kebanyakan orang biasanya merakit sendiri Drone tipe ini, karena akan jauh lebih murah. Pabrikan DJI mengembangkan Drone tipe ini hanya untuk pembuatan film, karena Drone tipe ini bisa mengangkat kamera lebih besar. Harga beli jadi untuk Drone tipe ini berkisar 120 Juta lebih.

 

Kebanyakan tipe Drone yang digunakan untuk pemetaan digital adalah Drone Fixed Wing, karena lebih efisien baik dari ketahanan batrai, dan cakupan luas yang di dapat. Tipe Drone Fixed Wing biasanya menggunakan body berbahan SteroFoam atau gabus padat, mengingat bobot nya yang ringan dan sangat baik dalam hal aerodinamika. Jika kita membuat nya sendiri akan jauh lebih murah, dengan keuntungan kita bisa memilih parts-parts sesuai dengan kebutuhan kita, terutama pada kamera dan GPS.




Jika anda ingin membuat peta digital dengan ukuran lebih akurat dengan ukuran koreksi kecil, maka anda bisa menggunakan GPS tipe RTK (Real Time Kinematic), atau jika anda merasa GPS tipe RTK terlalu mahal, anda bisa menggunakan bantuan GCP (Ground Control Point) untuk membantu GPS biasa, agar nilai koreksi ukurannya menjadi lebih kecil.

 

Untuk perangkat lunak, tipe Drone pabrikan seperti DJI sudah mengembangkannya sendiri. Ada tipe DJI Phantom 4 saat ini sudah keluar tipe yang khusus untuk pemetaan, walau harga nya mencapai 120 Juta Rupiah, tapi Drone ini dilengkapi dengan GPS tipe RTK (Real Time Kinematic), dengan koreksi ukurannya bisa sangat kecil.

 

Tapi jika tidak punya uang sebesar itu, anda bisa memilih menggunakan DJI Mavic atau Phantom 4 biasa, hanya saja perangkat lunaknya kita ganti dengan Pix4D. Beda halnya jika anda ingin merakit sendiri Drone baik tipe FixedWing, Quad Chopter, maupun Hexa Chopter, anda bisa memilih software Drone Deploy yang bisa anda masukkan dalam perangakat Flight Controller Drone anda.

 

Selain menggunakan kamera, ada juga Drone yang menggunakan teknologi Lidar. Biasanya teknologi ini di khusus kan hanya untuk perhitungan jumlah tumpukan material dengan areal yang luas, maupun menghitung potensi longsor yang bisa terjadi di lereng-lereng terjal, dengan potongan derajat yang sangat kritis.

 

Banyak pilihan teknologi yang tersedia untuk melakukan semua pekerjaan, tapi semua tergantung dari kebutuhannya.

 

( Dias )











Video Terkait:


Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment