Presidium Police Watch Apresiasi Aparatur Kejaksaan Dalam Kasus Novel Baswedan

By Teddyredaktur 12 Jun 2020, 18:09:13 WIB Metropolitan
Presidium Police Watch Apresiasi Aparatur Kejaksaan Dalam Kasus Novel Baswedan

Keterangan Gambar : Ketua Presidium Police Watch (IPW)


Mediatopnews.com -- Neta S. Pane, Ketua Presidium Police Watch (IPW) mengatakan bahwa IPW memberi apresiasi pada Aparatur Kejaksaan yang menuntut satu tahun penjara kepada terdakwa pelaku penyiraman kepada Novel Baswedan.

"Tuntutan Jaksa tersebut adalah bagian dari sikap promoter aparat penegak hukum yang taat hukum dan memahami fakta-fakta hukum yang ada. Ind Police Watch (IPW) menilai Kasus penyiraman Novel adalah kasus penganiayaan yang tergolong ringan yang hendak dipolitisasi sebagai kasus besar dan luar biasa. Untungnya, Aparatur Kejaksaan tidak terprovokasi oleh ulah orang-orang yang tidak bertanggungjawab yang hendak mempolitisasi kasus itu", terang Neta kepada awak media Jum'at (12/6/2020).

Neta menambahkan, IPW memberi apresiasi pada sikap Jaksa yang promoter tersebut. IPW mengingatkan bahwa kasus penyiraman Novel adalah kasus ringan, yakni kasus penganiayaan ringan. Apalagi jika dibandingkan dengan kasus yang melilit Novel di Bengkulu, dimana Novel menjadi tersangka kasus pembunuhan.

Baca Lainnya :

"Anda bisa bayangkan, dimana hati nurani Anda karena Anda hanya ribut di kasus penganiayaan ringan, sementara Anda tak peduli dengan kasus pembunuhan yang melibatkan Novel, yang hingga kini keluarganya masih menuntut keadilan",tegas Neta S. Pane.

Dalam kasus penganiayaan terhadap Novel, sambung Neta, "Tuntutan satu tahun penjara sudah tergolong berat. Jika novel menyebut persidangan tersebut hanya formalitas, berarti sebagai Aparat Penegak Hukum Novel sudah terkatagori menghina pengadilan. Egois dan mau menang sendiri. Sebagai aparatur penegak hukum tentunya sangat tidak pantas Novel menghina pengadilan wong muara kasus-kasus yang ditanganinya selama ini di KPK juga di pengadilan", ujarnya.

"Tapi sudahlah, biarkan saja Novel ngoceh sesukanya. Bagi IPW terdakwa penyiram Novel lebih kesatria mengakui perbuatannya ketimbang Novel yang selalu berdalih untuk menghindari pengadilan kasus pembunuhan yang dituduhkan padanya di Bengkulu. Seharusnya Novel berjiwa besar menyelesaikan kasusnya di Pengadilan dan jangan bersikap kerdil dengan menghina Pengadilan bahwa persidangan kasus penyiraman padanya hanya formalitas", paparnya.

Neta menjelaskan, Novel telah membuat tragedi hukum di Negeri ini berkelanjutan hingga carut-marut dimana seorang Tersangka Pembunuhan bisa memeriksa Tersangka Korupsi.

"Ini sebuah tragedi dan melihat tragedi hukum ini dimana KPK membiarkan Tersangka Pembunuhan memeriksa Tersangka Korupsi, sebaiknya KPK dibubarkan saja. Sebab upaya penegakan hukum yang dilakukannya makin tidak jelas", tegas Neta menutup pembicaraan. (Red)

#NETASPANE #IPW #NOVELBASWEDAN #KEJAKSAAN #APRESIASIl




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment