Tahukah Anda Mengapa Pesantren Mini ?

By Teddyredaktur 23 Jun 2020, 07:28:18 WIB Agama
Tahukah Anda Mengapa Pesantren Mini ?

Keterangan Gambar : Ilustrasi


Jawa Barat, mediatopnews.com -- Dalam dunia retail dikenal dengan berbagai macam jenis usaha sesuai dengan tingkatannya.

Minimarket seperti Alfamart, Indomaret, Yomart, Ceriamart, Circle K dan sebagainya. Minimarket ini luas bangunannya hanya 300 sampai 500 meter persegi, menjual sekitar 2500 sampai 5000 macam barang, untuk mendirikan sebuah minimarket minimal dibutuhkan dana sekitar 500 juta rupiah.

Supermarket seperti Giant, Carrefour Express, Superindo dan sebagainya. Supermarket ini luas bangunannya 1000 sampai 5000 meter pesergi, menjual sekitar 5000 sampai 15000 macam barang, untuk mendirikan sebuah supermarket dibutuhkan dana sekitar 10 miliar lebih.

Baca Lainnya :

Hypermarket seperti Hypermart, Giant Hypermarket, Carrefour dan sebagainya. Hypermarket ini luas bangunannya lebih dari 5000 meter persegi. menjual lebih dari 15000 macam barang dan untuk mendirikannya membutuhkan dana puluhan miliar.

Ada apa dengan dunia retail dan apa hubungannya dengan Pesantren Mini ?

Ini hanyalah ilustrasi tentang perbedaan antara Pesantren Mini dengan Pesantren biasa pada umumnya.

Untuk mendirikan sebuah Pesantren biasa dibutuhkan beberapa hal seperti Tanah, Bangunan, Kyai/Ustadz, Santri, Masjid dan dana operasional yang tidak sedikit. Namun, dengan terobosan Pesantren Mini kita bisa mendirikan Pesantren dalam ukuran atau skala kecil dan lebih diterima diberbagai tempat bahkan di Mall dan Apartemen sekalipun.

Tempat, Tidak perlu besar dan tidak selalu harus Hak Milik, tempat kos/ rumah kontrakan pun bisa dijadikan sebagai tempat berjalannya Belajar mengajar.

Kyai/Ustadz, Bukan hanya alumni Pesantren yang lulus sampai akhir, bahkan alumni pesantren yang hanya beberapa waktu ngaji di pesantren pun bisa menjadi Ustadz di Pesantren Mini sesuai dengan kemampuan ilmu yang dimilikinya.

Kurikulum, Tidak harus sama dengan kurikulum Pesantren pada umumnya namun cukup kurikulum dasar. Catatan :Dikarenakan salah satu tujuan dari Gerakan Pesantren Mini Nusantara ini adalah mempertahankan Kitab kuning maka diusahakan Pesantren Mini yang bergabung dengan kita mengikuti kurikulum dasar dengan mengajarkan dua kitab Tijanud darori dan Safinatun Naja

Santri, Tidak usah menunggu atau santri yang harus mukim tapi jadikanlah masyarakat sekitar dari mulai anak-anak, orang dewasa,laki-laki, perempuan, semuanya menjadi santri Pesantren Mini.

Masjid, tidak harus punya masjid sendiri namun bisa bergabung dengan masjid terdekat sekaligus membantu memakmurkan masjidnya.

Ketika seorang Kiyai/ Ustadz sudah menjalankan sebuah Pesantren Mini, dia bisa berinovasi untuk membuka pesantren mini lainnya di tempat lain atau bahkan menaikan status Pesantren Mini nya menjadi Pesantren biasa pada umumnya.

Pesantren Mini bukanlah untuk mengecilkan makna Pesantren, namun menawarkan solusi atas beberapa masalah yang ada di dalam dunia pesantren.

Berapa banyak Pesantren yang gulung tikar karena tidak bisa mengikuti perkembangan zaman sedangkan di kota-kota dan di kawasan industri ratusan ribu kaum muslimin kehausan akan nilai-nilai keislaman.

Berapa banyak alumni Pesantren yang tidak tersalurkan potensi ilmunya karena menunggu adanya lembaga sedangkan tetangga-tetangganya banyak yang belum fasih dalam membaca fatihah.

Berapa banyak warga/masyarakat yang menunggu kehadiran sosok Kyai/Ustadz di daerahnya namun harus menunggu terlebih dahulu lulus atau diwisuda sebagai Kyai/ Ustadz.

Dan masih banyak beberapa permasalahan lainnya yang harus diselesaikan bersama yang membutuhkan kecepatan dan ketepatan dalam pergerakan da’wah. Sekali lagi, Pesantren Mini bukanlah mengecilkan nama Pesantren namun salah satu strategi untuk mencapai dan menuju yang lebih besar.

Wallohu A’lam Bishshowab

Selasa, 23/6/2020)

Penulis : Al Fath




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment