Tanggapi Surat Edaran Kapolri Ini Ungkapan Praktisi Hukum

By Teddy 22 Feb 2021 Pemerintahan
Tanggapi Surat Edaran Kapolri Ini Ungkapan Praktisi Hukum


Jawa Barat, mediatopnews.com -- Menanggapi Surat Edaran SE/2/11/2021 yang ditandatangani langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit pada Jumat, 19 Februari 2021 lalu, salah satu praktisi hukum yang diketahui sebagai Direktur Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum Amanat Keadilan (LKBH AMAN) Alman Adi, S.H., M.H., CPT., CPCLE., yang berdomisili di Kota Bandung angkat bicara.


Baca Lainnya :

Menurut Alman Adi yang akrab disapa Bang Alman ini mengatakan, "Kesadaran budaya beretika untuk mewujudkan ruang digital Indonesia yang bersih, sehat dan produktif merupakan keinginan rakyat Indonesia," ungkapnya.

"Dalam Surat Edaran tersebut, Kapolri mempertimbangkan perkembangan situasi nasional terkait penerapan UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), yang dinilai kontradiktif dengan hak kebebasan berekspresi masyarakat melalui ruang digital," terang Bang Alman mengutip isi Surat Edaran Kapolri.


Selanjutnya Alman Adi, S.H., M.H., CPT.,CPCLE., menyampaikan isi Surat Edaran Kapolri yang diantaranya,

"Bahwa dalam rangka penegakan hukum yang berkeadilan dimaskud, Polri senantiasa mengedepankan edukasi dan langkah persuasif sehingga dapat menghindari adanya dugaan kriminalisasi terhadap orang yang dilaporkan serta dapat menjamin ruang digital Indonesia agar tetap bersih, sehat, beretika, dan produktif.

Penyidik Polri pun diminta memedomani hal-hal sebagai berikut:

a. mengikuti perkembangan pemanfaatan ruang digital yang terus berkembang dengan segala macam persoalannya.

b. memahami budaya beretika yang terjadi di ruang digital dengan menginventarisir berbagai permasalahan dan dampak yang terjadi di masyarakat.

c. mengedepankan upaya preemtif dan preventif melalui virtual police dan virtual alert yang bertujuan untuk memonitor, mengedukasi, memberikan peringatan, serta mencegah masyarakat dari potensi tindak pidana siber.

d. dalam menerima laporan dari masyarakat, penyidik harus dapat dengan tegas membedakan antara kritik, masukan, hoaks, dan pencemaran nama baik yang dapat dipidana untuk selanjutnya menentukan langkah yang akan diambil.

e. sejak penerimaan laporan, agar penyidik berkomunikasi dengan para pihak terutama korban (tidak diwakilkan) dan memfasilitasi serta memberi ruang seluas-luasnya kepada para pihak yang bersengketa untuk melaksanakan mediasi.

f. melakukan kajian dan gelar perkara secara komprehensif terhadap perkara yang ditangani dengan melibatkan Bareskrim/Dittipidsiber (dapat melalui zoom meeting) dan mengambil keputusan secara kolektif kolegial berdasarkan fakta dan data yang ada.

g. Penyidik berprinsip bahwa hukum pidana merupakan upaya terakhir dalam penegakan hukum (ultimatum remidium) dan mengedepankan restorative justice dalam penyelesaian perkara.

h. terhadap para pihak dan/atau korban yang akan mengambil langkah damai agar menjadi bagian prioritas penyidik untuk dilaksanakan restorative justice terkecuali perkara yang bersifat berpotensi memecah belah, SARA, radikalisme, dan separatisme.

i. korban yang tetap ingin perkaranya diajukan ke pengadilan namun tersangkanya telah sadar dan meminta maaf, terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan dan sebelum berkas diajukan ke JPU agar diberikan ruang untuk mediasi kembali.

j. penyidik agar berkoordinasi dengan JPU dalam pelaksanaanya, termasuk memberikan saran dalam hal pelaksanaan mediasi pada tingkat penuntutan.

k. agar dilakukan pengawasan secara berjenjang terhadap setiap langkah penyidikan yang diambil dan memberikan reward serta punishment atas penilaian pimpinan secara berkelanjutan.

Usai membacakan isi Surat Edaran Kapolri, Alman Adi menyampaikan, "Sebagai praktisi hukum tentunya hal ini akan menjadi semangat baru khususnya bagi para penegak hukum. Semoga Surat Edaran (SE) ini dapat dijalankan sesuai dengan harapan," tutupnya.


(Redaksi)





Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment