Tidak Harus Menunggu Bencana Untuk Berbagi, Bukankah Hidup itu Saling Menghidupi

By Teddy 21 Feb 2021 Sosial
Tidak Harus Menunggu Bencana Untuk Berbagi, Bukankah Hidup itu Saling Menghidupi


Jawa Barat, mediatopnews.com -- Ditengah situasi kondisi pandemi Covid-19 yang saat ini melanda Ibu Pertiwi, pemerintah melalui kebijakannya membatasi berbagai kegiatan masyarakat yang mana hal ini menjadi permasalahan baru bagi mereka.

Berbagai solusi dan bantuan dari pemerintah yang selama ini berjalan ternyata tidak lantas meringankan beban mereka. Terdorong hal itu beberapa mahasiswa dari UNLA, STKIP dan Ambu Seba bersama Legal Aid Mobile melaksanakan kegiatan Baksos dengan tema "NGABAKO" (Ngabagi Sembako) yang dilaksanakan di Jl. Cicukang, Desa Mekarahayu, Kec. Margahayu, Kab. Bandung, Minggu (21/02/2021). 

Baca Lainnya :


Menurut Mohamad Faqih salah satu Mahasiswa Hukum UNLA yang diketahui sebagai Ketua Pelaksana mengatakan, "Harus kita sadari bahwa hak dan kewajiban di Indonesia ini tidak akan pernah seimbang apabila masyarakat tidak bergerak untuk merubahnya," ucapnya.

"Oleh karena itu, melalui kegiatan ini saya mengajak para dermawan yang dilebihkan rezekinya agar ikut bersama-sama berbagi. Sebagai warga negara yang berdemokrasi kita harus segera bangun dari keterpurukan  yang buruk ini agar kembali mendapatkan hak-hak dan tak lupa melaksanakan kewajiban kita sebagai rakyat Indonesia," ujarnya.


Lebih jauh mengupas tentang hak, Mohamad Faqih menyampaikan, "Hak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak : “Tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan” (pasal 27 ayat 2).

Hak untuk hidup dan mempertahankan kehidupan: “setiap orang berhak untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya.”(pasal 28A).

Hak untuk membentuk keluarga dan melanjutkan keturunan melalui perkawinan yang sah (pasal 28B ayat 1).

Hak atas kelangsungan hidup. “Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan Berkembang”


Hak untuk mengembangkan diri dan melalui pemenuhan kebutuhan dasarnya dan berhak mendapat pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan hidup manusia. (pasal 28C ayat 1)

Hak untuk memajukan dirinya dalam memperjuangkan haknya secara kolektif untuk membangun masyarakat, bangsa, dan negaranya. (pasal 28C ayat 2).

Hak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama di depan hukum. (pasal 28D ayat 1).

Hak untuk mempunyai hak milik pribadi Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi di hadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun. (pasal 28I ayat 1)," paparnya.


"Untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu dengan cara mengetahui posisi diri kita sendiri. Sebagai seorang warga negara harus tahu hak dan kewajibannya. Seorang pejabat atau pemerintah pun harus tahu akan hak dan kewajibannya. Seperti yang sudah tercantum dalam hukum dan aturan-aturan yang berlaku. Jika hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi, maka kehidupan masyarakat akan aman sejahtera," tutupnya."(Divisi Pengabdian Hukum Masyarakat).


Ditempat yang sama Legal Aid Mobile yang diwakili oleh Boy Anggara, Amd.Ak., S.H., menyampaikan, "Kegiatan Baksos yang kita laksanakan ini alhamdulillah berjalan lancar. Perlu diketahui, anggarannya yang kita dapatkan dari urunan mandiri kita semua," katanya.


"Dari urunan tersebut kita jadikan Beras, minyak, kecap, mie instan dan kornet yang kita bagi-bagikan kepada yang berhak. Kegiatan ini bertujuan saling mengingatkan kembali akan pentingnya gotong royong dan kesadaraan kemanusiaan untuk saling berbagi sebagai manusia dan warga negara Indonesia," ucap Boy yang diketahui sebagai Divisi Pengabdian Hukum Masyarakat di LKBH AMAN.


"Harapan saya, semoga terjadi kesadaran kolektif sebagai manusia, baik pribadi, kelompok dan warga negara Indonesia untuk bangkit saling melengkapi menghadapi situasi Pandemi bersama dengan solusi tanpa saling menyalahkan berupa aksi mandiri atau kolektif atas nama anak bangsa. Kenapa Menunggu "Bencana" Untuk Berbagi, Bukan kah Hidup itu Saling Menghidupi," pungkasnya.


(Redaksi)




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment